Oplus_131072
Puruk Cahu, pilarkalimantan.co.id/ — Dalam rangka pelaksanaan Reses Masa Sidang III Tahun 2025, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, S.HI., melaksanakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di Desa Makunjung, Kecamatan Barito Tuhup Raya, Sabtu (01/11/25).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, serta perwakilan warga dari berbagai dusun. Reses ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Dalam sambutannya, Dina Maulidah menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas pokok anggota DPRD untuk menjaring dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. “Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan permasalahan yang ada. Semua aspirasi ini akan kami tampung dan perjuangkan agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah,” ujar Dina Maulidah di hadapan warga.
Masyarakat Desa Makunjung dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah usulan prioritas, antara lain perbaikan jalan penghubung antar desa yang rusak akibat curah hujan tinggi, pembangunan jembatan kecil di RT 03, serta peningkatan fasilitas pendidikan dan jaringan internet untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak di desa.
Salah satu tokoh masyarakat, Samsudin, berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi infrastruktur yang menjadi kendala utama aktivitas ekonomi warga. “Kami berharap perbaikan jalan bisa segera direalisasikan. Saat musim hujan, akses kami ke ibu kota kecamatan sangat sulit, bahkan kendaraan roda dua pun sering terjebak lumpur,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Murung Raya berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Makunjung dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak eksekutif agar aspirasi warga Desa Makunjung dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun depan,” tegas Dina.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog interaktif antara warga dan wakil rakyat. Dalam sesi tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan lain, termasuk mengenai pelayanan kesehatan serta keterbatasan tenaga medis di wilayah pedalaman sehingga kadang terkendala pelayanan berobat.(tgr)
