Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar diseminasi prediksi musim kemarau 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/26). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan berbagai pihak menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung mengatakan pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan langkah menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal. “Kita berkumpul untuk menyatukan langkah dalam menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi membawa risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah,” ujar Leonard.
BMKG memprediksi awal musim kemarau 2026 di Kalimantan Tengah terjadi pada dasarian ketiga Mei hingga dasarian ketiga Juni dengan sifat musim kemarau berkisar antara bawah normal hingga normal. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus dengan durasi sekitar tiga hingga empat bulan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan tingkat bahaya karhutla pada 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. “Musim kemarau diprediksi datang lebih awal dengan kondisi yang lebih kering serta durasi yang lebih panjang, sehingga potensi karhutla juga meningkat,” ujarnya.
Pemerintah daerah diminta memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan sejak dini, termasuk penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan karhutla.( red)
