Oplus_131072
Muara Teweh, pilarkalimantan.co.id/– pemerintah kabupaten barito utara menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi tanggaung jawab sosial dan lingkungan prusahaan wilayah Kabupaten barito utara serta optimalisasi pendapatan asli daerah yang di laksanakan di gedung balai antang muara teweh rabu (12/11/2025).
Turut hadir dalam acara, bupati barito utara, sekretaris daerah, ketua DPRD, kapolres barito utara, kejaksaan negeri barito utara, ketua pengadilan agama, kodim 1013 mtw, Kepala perangkat daerah, pihak prusahaan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pengantar sekretaris daerah Drs. Muhlis menyampaikan,pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk memastikan pelaksanaan program TSLP sejalan dengan prioritas pembangunan dan berdampak pada peningkatan PAD” ucap muhlis.
Sementara itu sambutan bupati barito utara H. Shalahuddin S. T, M. T menyampaikan bahwa, pelaksanaan TSLP bukan sekadar kewajiban formal, tetapi wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Melalui pelaksanaan TSLP yang terarah dan terkoordinasi, berbagai program pembangunan di Kabupaten Barito Utara dapat lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh perusahaan berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui kontribusi CSR pada pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Barito Utara.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Badan Pengelola Pendapatan Daerah, Dinas Sosial PMD, dan Dinas PUPR, yang masing-masing memaparkan kondisi terkini sektor pertanian, perizinan, lingkungan, CSR, serta pembangunan infrastruktur strategis daerah.
Usai pemaparan, digelar diskusi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha mengenai peningkatan peran CSR dalam mendukung pembangunan dan optimalisasi PAD.
Acara diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan perusahaan untuk memperkuat sinergi di sektor pertambangan, perkebunan, perhutanan dan migas. (Diskominfo-Red).
