Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.co.id/ – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Agie, menyoroti kondisi infrastruktur di Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, yang masih jauh dari memadai. Menurutnya, enam kelurahan di wilayah tersebut — yakni Kanarakan, Gaung Baru, Panjehang, Petuk Barunai, Bukit Sua, dan Mungku Baru — masih terisolasi dari akses wilayah lain.
“Kelurahan-kelurahan ini tetap terisolasi, padahal berada di ibu kota provinsi. Tidak ada kota lain di Indonesia yang warganya masih menghadapi kondisi serupa,” tegas Agie, Rabu (12/11/25).
Selama delapan hari melakukan reses di Rakumpit, Agie menerima aspirasi masyarakat yang meminta perhatian serius terkait pembangunan jalan dan jembatan untuk membuka akses antarwilayah.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok tidak boleh setengah-setengah. Ia juga mengingatkan amanat Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan dimulai dari desa.
“Masyarakat sudah meminta pembangunan jalan dan jembatan. Saya pastikan aspirasi ini akan saya kawal hingga ke Gubernur Kalteng agar segera mendapat perhatian,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan memastikan seluruh warga Palangka Raya dapat menikmati fasilitas publik yang layak dari pemerintah.( es)
