Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.co.id/ – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Tengah Periode 2025–2027. Pengukuhan tersebut sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Forum Pembauran Kebangsaan yang digelar di Aula Jayang Tingang, Lantai I Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (21/11/25).
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa FPK memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni masyarakat di tengah kemajemukan. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai potensi konflik, baik vertikal maupun horizontal.
“Bangsa kita masih menghadapi berbagai konflik yang berpotensi mengancam integritas nasional,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan bahwa pembauran kebangsaan merupakan salah satu pilar untuk memperkuat kohesi sosial. Menurutnya, kehadiran FPK sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama dalam merawat hubungan antarkelompok masyarakat.
“Kehadiran FPK diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI, terutama dalam merawat hubungan antarkelompok masyarakat,” imbuhnya.
Gubernur juga menyerukan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai lokal dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di Bumi Tambun Bungai.
“Mari kita menjaga keharmonisan dan kedamaian di Kalimantan Tengah dengan menjunjung tinggi falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung, yang diwakili Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Muhammad Rusan, menekankan pentingnya merawat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
Rusan menyampaikan bahwa persatuan tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Persatuan yang kita rajut bersama adalah anugerah yang harus dirawat. Persatuan tidak hadir secara instan, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan agar FPK menjadi ruang dialog serta kolaborasi sosial bagi seluruh kelompok masyarakat.
“Jangan sampai persatuan bangsa terganggu oleh kepentingan kelompok yang mengabaikan kepentingan bersama,” ujar Rusan.
Rusan menutup sambutannya dengan harapan agar pengurus FPK yang baru dilantik mampu menjalankan peran strategis dalam mencegah potensi konflik sosial dan menciptakan harmoni antarwarga.
“Kami berharap pengurus FPK mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara optimal dalam menciptakan harmoni serta mencegah potensi konflik sosial,” pungkasnya.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pembauran dan persatuan di Kalimantan Tengah.(es)
