Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.co.id/ — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bagi pelajar SMA dan SMK se-Kota Palangka Raya yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (19/11/25).
Mewakili Gubernur Kalteng, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, menegaskan bahwa ekstremisme yang mengarah pada terorisme merupakan bentuk keyakinan dan tindakan yang menggunakan kekerasan maupun ancaman ekstrem untuk mendukung aksi teror. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi ancaman serius bagi stabilitas negara dan ketenteraman masyarakat.
“Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang terencana, sistematis, dan terpadu,” ujarnya dalam sambutan.
Darliansjah menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan komitmen nyata Pemprov Kalteng dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyebaran paham ekstremisme dan tindakan terorisme.
Ia juga menyinggung peristiwa ledakan yang terjadi beberapa minggu lalu di salah satu masjid atau musala di lingkungan sekolah negeri di Jakarta, yang menyebabkan 96 orang mengalami luka bakar. Kejadian tersebut dinilainya sebagai peringatan penting agar seluruh pihak meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap potensi ekstremisme.
“Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya ekstremisme, perilaku kekerasan, dan terorisme, serta mengetahui langkah-langkah pencegahannya. Dengan demikian, mereka mampu meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri unsur Forkopimda, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalteng Muhammad Rusan, serta menghadirkan pemateri dari Satuan Tugas Densus 88 Anti Teror, Widyaiswara, dan Psikolog Klinis.
Acara ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda dan menjaga keutuhan bangsa dari ancaman paham ekstremisme.(es)
