Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.co.id/ – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, menilai penghargaan Indonesia Kita Awards 2025 yang diterima Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran merupakan bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Garuda TV dalam kategori Empowerment of Agriculture and Food Self-Sufficiency (Pemberdayaan Pertanian dan Kemandirian Pangan) pada acara yang digelar di Yudistira Ballroom, Patra Jasa Office Tower, Jakarta, (10/11/25)
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur atas penghargaan yang diraih. Ini merupakan bukti nyata bahwa program pembangunan pertanian di Kalteng telah berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Noor Fazariah, Rabu (12/11/2025). Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau itu menyebut, penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi Pemprov Kalteng dalam membangun sektor pertanian melalui program-program strategis yang berpihak pada petani.
Ia menilai, berbagai inisiatif seperti pengembangan lumbung pangan nasional, peningkatan produktivitas lahan pertanian, serta pemberdayaan petani melalui bantuan sarana dan prasarana merupakan langkah konkret yang patut diapresiasi. “Sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Keberhasilan Kalteng dalam menjaga kemandirian pangan tentu harus terus diperkuat dan dikembangkan,” tambahnya.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kapuas itu juga menegaskan bahwa DPRD Kalteng, khususnya Komisi II, siap bersinergi dengan Pemprov Kalteng untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal. “Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar pembangunan sektor pertanian dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
Menurut Noor Fazariah, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku pertanian menjadi kunci agar Kalteng tidak hanya berperan sebagai penyangga pangan nasional, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi berbasis sektor pertanian di daerah. (es)
