Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.co.id/ – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat menjadi tantangan baru bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam menjaga stabilitas fiskal dan kesinambungan program pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menegaskan perlunya strategi pengelolaan anggaran yang lebih efisien dan tepat sasaran.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua, bagaimana anggaran yang tersedia meskipun terbatas tetap bisa digunakan secara optimal dan menyentuh kebutuhan masyarakat,”ucapnay kamis (16/10/25).
Sektor-sektor fundamental seperti kesehatan dan pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama dalam alokasi anggaran, sehingga pelayanan publik di dua bidang tersebut tidak terdampak oleh penyesuaian fiskal.
“Kita harus memastikan bahwa anggaran dialihkan ke sektor yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama kesehatan dan pendidikan,”tambahnya.
Selain menjaga belanja sosial, juga mendorong pemerintah daerah untuk mulai mengarahkan kebijakan anggaran kepada program-program yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini, perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kita harapkan ke depan lebih banyak program yang berdampak pada peningkatan PAD, agar ketergantungan terhadap transfer pusat bisa dikurangi secara bertahap,” pungkasnya.(es)
